Diatas langit yang mendung
Berguguran daun jati kering
Kau beranjak pergi, dan berpaling
Tinggalkanku pada sebuah bangku
Satu keputusan yang harus dijalani
Meninggalkan semua yang hampa
Hilang cita-cita yang di ukir bersama
Tinggal kenangan mengikuti kita
Kau ingat…saat kita pertama kali bertemu?
Kau tampak angkuh dan dingin
Kucoba tuk dekati, tuk mencari teman bicara
Sebab sikapku, kau membuka tanganmu
Sejak itu, kita menjadi teman akrab
Dimana ada kau selalu ada aku
Orang bilang, kita dua dara yang tak terpisahkan
Mungkin karena persamaan tujuan
Kau ingat, kau pernah ajak aku ke hutan cinta
Disana kita melepas lelah,
Dengan semangkuk rumput laut merah
Pelepas dahaga
Masih terngiang dibenakku
Saat kita melarikan diri menembus angin
Dan dikantong Cuma sisakan uang seribu,
Bersamamu duniaku menjadi seru
“aku akan selalu merindukan-mu, kawan..”
Minggu, 28 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
indah
Posting Komentar